Yanno Agro

Uncategorized

Quickpro 276 SL

Herbisida Kontak Quickpro 276 SL (Parakuat Diklorida 276 g/l) Quickpro 276 SL adalah herbisida yang sangat kontras hasilnya dikarenakan sifat reaksi kontak terhadap gulma sasaran. 1. Karakteristik & Mekanisme Kerja Parakuat Diklorida adalah herbisida Non-Selektif dan Kontak. Kontak Murni: Bahan ini hanya mematikan bagian tumbuhan yang terkena cairan semprot secara langsung. Ia tidak dialirkan ke […]

Quickpro 276 SL Read More »

Belu 50 EC

Belu 50 EC Bahan Aktif: Beta siflutrin 50 g/l Insektisida golongan Piretroid Sintetik (Grup 3A) dengan daya bunuh yang lebih tajam dan murni, memberikan perlindungan luar yang tangguh bagi tanaman Anda. 1. Karakteristik & Mekanisme Kerja Beta-siflutrin 50 g/l bekerja sebagai racun kontak dan lambung yang mengharuskan hama terpapar langsung atau memakan jaringan yang terlapisi:

Belu 50 EC Read More »

Sa

Sapulat 40 SP Bahan Aktif: Metomil 40% Insektisida legendaris golongan Karbamat (Grup 1A) dengan efek “Knockdown” instan. Hama jatuh dan mati hanya dalam hitungan menit setelah terkena semprot. Karakteristik & Mekanisme Kerja Sapulat 40 SP hadir dalam formulasi SP (Soluble Powder) yang 100% larut dalam air, menjadikannya racun kontak yang tajam dan multifungsi. Sistemik Lokal

Sa Read More »

Jimat 20 EC

Jimat 20 EC Bahan Aktif: Emamectin Benzoate 20 g/l Pilihan favorit agronomis karena lebih ekonomis dan dosisnya mudah diatur untuk pengendalian serangan hama ulat tingkat ringan hingga sedang. 1. Karakteristik & Mekanisme Kerja Emamektin Benzoat adalah turunan Avermectin (Grup 6) yang bekerja secara Sistemik Lokal (Translaminar). Racun Lambung Kuat: Hama ulat yang memakan daun terpapar

Jimat 20 EC Read More »

Abaktin 18 EC

Abaktin 18 EC Bahan Aktif: Abamektin 18 g/l Standar emas insektisida golongan Avermectin (Grup 6) yang sangat efektif untuk pengendalian rutin dan pencegahan hama kutu-kutuan. 1. Karakteristik & Mekanisme Kerja Abaktin 18 EC bekerja dengan tiga cara sekaligus: Kontak, Lambung, dan Translaminar. Efek Translaminar: Kemampuan menembus jaringan mesofil daun, menciptakan “benteng pertahanan” bagi hama yang

Abaktin 18 EC Read More »

PLENNO 50 WG

PLENNO 50 WG Bahan Aktif: Pimetrozin 50 g/l Insektisida unik yang bekerja dengan cara yang sangat elegan namun mematikan bagi hama penghisap melalui metode penghambat makan (Antifeedant). 1. Karakteristik & Golongan Pimetrozin termasuk dalam golongan Pyridine azomethine (IRAC Grup 9B). Konsentrasi 50 g/l hadir dalam formulasi cair yang mudah diserap, menjadikannya salah satu penghambat makan

PLENNO 50 WG Read More »

Supercide 50 EC

Supercide 50 EC Bahan Aktif: Sipermetrin 50 g/l Insektisida Sintetik Piretroid (Golongan 3A) dengan formulasi EC (Emulsifiable Concentrate) yang memberikan perlindungan cepat melalui efek Knockdown. 1. Mekanisme Kerja: “Efek Knockdown” Supercide 50 EC bekerja melalui reaksi cepat dengan sistem aksi yang terukur: Racun Kontak: Mematikan serangga seketika jika terkena semprotan langsung atau berjalan di atas

Supercide 50 EC Read More »

Wilbo Plus 585 EC (Chlorpyrifos 530 g/l + Cypermethrin 55 g/l)

Wilbo Plus 585 EC Chlorpyrifos 530 g/l + Cypermethrin 55 g/l Formulasi insektisida spektrum luas paling populer dengan efek sinergi sangat kuat untuk perlindungan tanaman maksimal. Wilbo Plus 585 EC menggabungkan dua bahan aktif utama untuk menciptakan perlindungan ganda: Chlorpyrifos (Organofosfat): Bekerja secara kontak, lambung, dan pernapasan (fumigan) dengan menghambat enzim kolinesterase. Efek fumigannya mampu

Wilbo Plus 585 EC (Chlorpyrifos 530 g/l + Cypermethrin 55 g/l) Read More »

PADI

[smartslider3 slider=”19″] Tanaman Padi: Pengertian, Budidaya, dan Cara Mengatasi Hama  Apa Itu Tanaman Padi? Tanaman padi adalah salah satu komoditas pangan utama di Indonesia yang menghasilkan beras sebagai makanan pokok. Padi termasuk dalam keluarga rumput (Poaceae) dan tumbuh optimal di daerah beriklim tropis dengan ketersediaan air yang cukup. Dalam praktik pertanian, tanaman padi menjadi sumber

PADI Read More »