
Jimat 20 EC
Bahan Aktif: Emamectin Benzoate 20 g/l
Pilihan favorit agronomis karena lebih ekonomis dan dosisnya mudah diatur untuk pengendalian serangan hama ulat tingkat ringan hingga sedang.
1. Karakteristik & Mekanisme Kerja
Emamektin Benzoat adalah turunan Avermectin (Grup 6) yang bekerja secara Sistemik Lokal (Translaminar).
- Racun Lambung Kuat: Hama ulat yang memakan daun terpapar akan langsung mengalami gangguan saraf.
- Efek Translaminar: Meresap ke dalam mesofil daun, melindungi tanaman dari ulat yang bersembunyi di bagian bawah daun.
- Lumpuh Otot (Paralisis): Membuka saluran klorida pada sistem saraf secara terus-menerus, menyebabkan ulat lumpuh total.
2. Spektrum Target (Hama Sasaran)
Spesialis pengendali ordo Lepidoptera (ulat-ulatan):
- Ulat Grayak: Sangat efektif pada jagung, bawang merah, dan cabai.
- Ulat Penggerek Buah: Fokus pada tanaman tomat dan cabai.
- Ulat Daun (Plutella): Spesialis tanaman kubis dan sawi.
- Penggulung Daun: Mengatasi Hama Putih Palsu pada padi.
3. Tabel Dosis Anjuran Jimat 20 EC
| Komoditas | Hama Sasaran | Dosis / Liter Air |
|---|---|---|
| Bawang Merah | Ulat Grayak (S. exigua) | 1,0 – 1,5 ml |
| Jagung | Ulat Grayak (FAW) | 1,0 – 2,0 ml |
| Cabai / Tomat | Penggerek Buah | 0,5 – 1,0 ml |
| Padi | Hama Putih Palsu | 0,75 – 1,5 ml |
| Kubis / Kol | Ulat Daun / Plutella | 1,0 – 1,5 ml |
💡 Tips Aplikasi Hasil Maksimal
- Waktu Sore Hari: Wajib diaplikasikan setelah jam 16.00 karena bahan aktif sangat sensitif terhadap sinar matahari (fotodegradasi).
- Berhenti Makan Cepat: Ulat akan berhenti makan dalam 1-2 jam setelah terpapar, mencegah kerusakan daun lebih lanjut.
- Tahan Hujan: Setelah terserap (sekitar 2 jam), bahan aktif tidak akan hilang meski terguyur hujan.
- Rotasi Bahan Aktif: Jangan gunakan terus-menerus secara tunggal; selingi dengan golongan lain seperti Dimehypo untuk mencegah resistensi.
Jimat 20 EC bekerja senyap di dalam daun, menjaga tanaman tetap hijau sementara ulat berhenti makan dan mati perlahan.