
Sapulat 40 SP
Bahan Aktif: Metomil 40%
Insektisida legendaris golongan Karbamat (Grup 1A) dengan efek "Knockdown" instan. Hama jatuh dan mati hanya dalam hitungan menit setelah terkena semprot.
Karakteristik & Mekanisme Kerja
Sapulat 40 SP hadir dalam formulasi SP (Soluble Powder) yang 100% larut dalam air, menjadikannya racun kontak yang tajam dan multifungsi.
- Sistemik Lokal & Kontak Kilat: Bekerja secara agresif sebagai racun kontak dan lambung yang menyebabkan kejang saraf seketika.
- Efek Ovisida: Diserap sedikit oleh jaringan daun sehingga mampu membunuh ulat yang baru menetas di dalam jaringan.
- Penghambat Kolinesterase: Mengikat enzim pada sistem saraf serangga, memicu transmisi saraf terus-menerus hingga lumpuh.
Spektrum Target (Hama Sasaran)
Insektisida "pemukul" yang sangat efektif untuk berbagai hama:
- Ulat Grayak: Sangat populer untuk bawang merah dan cabai.
- Ulat Penggerek: Mengendalikan penggerek buah pada tomat dan penggerek polong kacang-kacangan.
- Hama Penghisap: Thrips, kutu daun, dan kutu kebul, terutama saat serangan masif.
- Lalat Buah: Membantu menekan populasi lalat buah dewasa pada tanaman.
🚨 Saran Strategis Lapangan
Gunakan Sapulat 40 SP saat terjadi kondisi Emergency (populasi hama meledak mendadak) untuk pembersihan cepat.
- Residu Singkat: Bahan aktif cepat terurai sinar matahari, ideal untuk sayuran dengan masa panen singkat.
- Waktu Aplikasi: Lakukan pada sore atau pagi hari sekali agar racun bekerja lebih lama sebelum terpapar panas matahari.
- Manajemen Resistensi: Jangan gunakan lebih dari 2 kali berturut-turut; selingi dengan bahan aktif lain seperti Dimehypo.
Tabel Dosis Anjuran Sapulat 40 SP
| Komoditas | Hama Sasaran | Dosis / Liter Air | Cara & Waktu Aplikasi |
|---|---|---|---|
| Bawang Merah | Ulat Grayak | 1,5 – 2,0 gram | Sangat efektif mematikan ulat baru menetas. |
| Cabai / Tomat | Ulat, Thrips, Kutu | 1,0 – 1,5 gram | Dosis rendah di fase bunga cegah rontok. |
| Padi | Walang Sangit, Penggerek | 1,5 – 2,5 gram | Aplikasi pagi hari saat hama hinggap di bulir. |
| Jagung | Ulat Grayak, Belalang | 2,0 – 3,0 gram | Fokuskan pada bagian pucuk tanaman. |
| Jeruk | Kutu Loncat | 1,5 – 2,0 gram | Semprotkan pada tunas muda (trubus). |
Tips Strategis Agronomis
- Perusak Telur: Segera semprot jika melihat banyak kelompok telur untuk mencegah penetasan larva.
- Waktu Tunggu Panen (PHI): Karena cepat terurai, residunya cepat hilang, sering digunakan sebagai "pembersih terakhir" ± 7 hari sebelum panen.
- Cara Melarutkan: Larutkan tepung SP dalam wadah kecil hingga homogen (bening/biru tanpa endapan) sebelum dimasukkan ke tangki agar tidak menyumbat nosel.
Wajib menggunakan APD lengkap saat aplikasi. Sapulat 40 SP: Solusi instan untuk pembersihan hama secara cepat.