
Fungisida Sistemik Konsentrat Tinggi
DIVA 255 EC
Perlindungan Xylem: Mengobati Sekaligus Menguatkan Tanaman
DIVA 255 EC adalah fungisida sistemik berbahan aktif Difenokonazol 255 g/L yang bekerja secara preventif dan kuratif. Melalui pembuluh xylem, bahan aktif ini didistribusikan ke seluruh jaringan tanaman untuk melindungi tunas baru dan menyembuhkan infeksi jamur yang sudah masuk.
1. Karakteristik & Mekanisme Kerja
- Sistemik & Preventif-Kuratif: Diserap melalui daun dan didistribusikan secara menyeluruh melalui pembuluh kayu (xylem). Efektif melindungi pertumbuhan baru serta mengobati jaringan yang terinfeksi.
- Mekanisme Kerja: Bekerja menghambat biosintesis ergosterol, komponen vital membran sel jamur. Tanpa ergosterol, pertumbuhan sel jamur terhenti secara permanen hingga mati.
2. Spektrum Target Penyakit
Sangat efektif dalam mengendalikan spektrum penyakit jamur yang luas:
Penyakit Blas
Bercak Daun
Bercak Ungu
Antraknosa
Hawar Daun
3. Kelebihan Produk
- Fitotonik: Memberikan efek samping positif berupa daun yang lebih hijau dan batang yang lebih kokoh bagi tanaman.
- Tahan Hujan: Daya serap cepat ke dalam jaringan tanaman meminimalisir risiko tercuci oleh air hujan (rain-fastness).
- Hemat Biaya: Dengan konsentrasi tinggi 255 g/L, dosis pengaplikasian di lapangan menjadi sangat efisien dan ekonomis.
4. Tabel Dosis Anjuran
| Komoditas | Sasaran | Dosis / Liter | Dosis / Tangki 16L |
|---|---|---|---|
| Padi | Blas (Pyricularia oryzae) | 0,75 – 1,0 ml/l | 12 – 16 ml |
| Bawang Merah | Bercak Ungu (Alternaria porri) | 0,5 – 1,0 ml/l | 8 – 16 ml |
| Cabai | Bercak Daun, Antraknosa | 0,5 – 0,75 ml/l | 8 – 12 ml |
| Jagung | Hawar Daun | 0,5 – 1,0 ml/l | 8 – 16 ml |
Tips Agronomis & Waktu Aplikasi:
- Waktu Terbaik: Lakukan penyemprotan pada pagi hari (07.00 – 09.00) atau sore hari (15.00) agar penyerapan optimal dan menghindari penguapan berlebih akibat panas matahari.
- Fase Padi: Fokuskan aplikasi pada fase primordia (bunting) dan saat keluar malai untuk pencegahan efektif terhadap blas leher malai.
- Teknik Cabai: Fokuskan penyemprotan pada permukaan daun dan bagian buah yang rentan terhadap antraknosa.
- Volume Semprot: Untuk tanaman jagung, gunakan volume semprot tinggi agar cairan menembus seluruh bagian batang dan daun yang rimbun.