Yanno Agro

PADI

[smartslider3 slider="19"]

Tanaman Padi: Pengertian, Budidaya, dan Cara Mengatasi Hama

 Apa Itu Tanaman Padi?

Tanaman padi adalah salah satu komoditas pangan utama di Indonesia yang menghasilkan beras sebagai makanan pokok. Padi termasuk dalam keluarga rumput (Poaceae) dan tumbuh optimal di daerah beriklim tropis dengan ketersediaan air yang cukup.

Dalam praktik pertanian, tanaman padi menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak petani karena permintaan beras yang terus meningkat setiap tahunnya.


Tahapan Pertumbuhan Tanaman Padi

Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, penting memahami fase pertumbuhan padi, yaitu:

  • Fase Vegetatif: pertumbuhan daun dan batang
  • Fase Generatif: pembentukan malai dan bunga
  • Fase Pematangan: pengisian bulir hingga siap panen

Setiap fase membutuhkan perawatan dan pengelolaan yang tepat.


Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi

Salah satu tantangan terbesar dalam budidaya padi adalah serangan hama. Beberapa hama yang sering menyerang antara lain:

  • Ulat daun
  • Penggerek batang
  • Wereng

Jika tidak dikendalikan dengan baik, hama dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen secara signifikan.

Peta Lengkap Hama Padi dari Awal Tanam Sampai Panen

Umur 

Fase Tanaman

Hama Dominan

Potensi Kerusakan

Insektisida

anjuran

Foto Produk

0–15 HST

Adaptasi

Keong mas, ulat tanah

Bibit habis

Carbufuron: antisipasi penggerek batang, biasa dicampur dengan pemupukan pertama

Biofuron: Herbi pratumbuh 

Antikeong: keong, Dimehypo: penggerek batang pengendalian pertama

 

15–30 HST

Vegetatif awal

Penggerek batang, ulat grayak

Sundep

HINOW-abamektin: 

HINOW-emamektin Benzoat:

Sesuai Kondisi lapangan

 

30–45 HST

Vegetatif aktif

Wereng batang coklat

Tanaman menguning

HINOW-abamektin: 

HINOW-emamektin Benzoat:

Sesuai Kondisi lapangan

Fungisida: 

Malaka  lebi baik untuk prepentif pata leher dan kresek

Diva dipakai 2 x bisa menyebabkan malai berat

 

45–60 HST

Pembentukan malai

Penggerek batang

Sundep

HINOW-abamektin: 

HINOW-emamektin Benzoat:

Sesuai Kondisi lapangan

Fungisida: anjuran menggunakan 2 fungsi

Malaka  lebi baik untuk prepentif pata leher dan kresek.

Diva dipakai 2 x bisa menyebabkan malai berat

Umur segini sebenernya fase rentan

Hinow dinaikan dosis menadi 150 karena rumpunnya sudah banyak

 

60–75 HST

Pembungaan

Walang sangit

Bulir hampa

Fungi 1 x dengan Cypermetrine (untuk walang sangit) Bisa di Mix asal pencampuran di ember. 

Untuk walang sangit lebi bagus shepia daripada supercide, akan tetapi Shepia terlalu bau menyengat

 

75–100 HST

Pengisian bulir

Walang sangit, tikus

Penurunan hasil

  

Pleno: Hanya pada saat benar-benar ada serangan wereng

Wilbo plus: Saat ada serangan ulat grayak

Jimat: digunakan sebagai bahan pencampur Hinow