Yanno Agro

Wilbo 200 EC (chlorpirifos 200 g/l)

Wilbo 200 EC

Wilbo 200 EC

Bahan Aktif: Chlorpirifos 200 g/l

Insektisida Organofosfat (Grup IRAC 1B) berbasis minyak (EC) dengan aroma khas menyengat yang berfungsi sebagai repellent alami bagi hama.

1. Mekanisme Kerja: "Tiga Arah Penghancuran"

Klorpirifos bekerja secara agresif melalui tiga jalur utama untuk memastikan pengendalian hama yang tuntas:

  • Racun Kontak: Mematikan hama seketika jika terkena semprotan langsung.
  • Racun Lambung: Hama mati setelah mengonsumsi jaringan daun yang telah terpapar bahan aktif.
  • Racun Pernapasan (Fumigan): Keunggulan utama di mana uap racun masuk ke sistem pernapasan hama, sangat efektif untuk hama yang bersembunyi di gulungan daun atau ketiak daun.
  • Aksi Translaminar: Menembus jaringan daun dari permukaan atas ke bawah untuk mengikat enzim Asetilkolinesterase pada sistem saraf serangga.

2. Spektrum Target (Hama Sasaran)

Wilbo 200 EC adalah insektisida spektrum luas yang sangat efektif terhadap:

  • Ulat Penggerek: Mengendalikan ulat grayak (Spodoptera spp.), penggerek buah, dan penggerek batang.
  • Kutu-kutuan Keras: Efektif melawan kutu kebul, kutu putih (dompolan), dan kutu sisik.
  • Hama Tanah: Membasmi rayap, uret, semut, dan jangkrik jika diaplikasikan langsung ke tanah.

💡 Keunggulan Wilbo 200 EC

  • Efek Fumigan: Sangat bagus untuk menembus lipatan daun yang padat seperti pada kubis atau bawang.
  • Penetrasi Kuat: Mampu menembus lapisan lilin pelindung pada kutu putih yang biasanya kebal insektisida biasa.
  • Repellent: Bau menyengat bertindak mengusir hama yang baru akan datang ke area lahan.

3. Tabel Dosis Anjuran Wilbo 200 EC

KomoditasHama SasaranDosis / Liter Air
PadiPenggerek Batang, Wereng, Walang Sangit2,0 – 3,0 ml
JagungUlat Grayak (FAW), Belalang1,5 – 3,0 ml
Cabai / TomatKutu Daun, Thrips, Ulat Grayak1,0 – 2,0 ml
Bawang MerahUlat Grayak (Spodoptera exigua)1,5 – 2,0 ml
Kelapa SawitUlat Api, Ulat Kantong, Rayap2,0 – 4,0 ml

4. Tips Aplikasi Lapangan

  • Waktu Aplikasi: Semprotkan pada pagi hari (sebelum jam 09.00) atau sore hari untuk menghindari penguapan terlalu cepat dan risiko daun terbakar.
  • Manajemen Resistensi: Gunakan sebagai senjata pamungkas saat serangan ulat atau kutu sudah di atas ambang batas ekonomi.
  • Waktu Tunggu Panen (PHI): Hentikan penggunaan minimal 14–21 hari sebelum panen agar hasil konsumsi aman.
  • Perhitungan Tangki: Untuk tangki 16 Liter, gunakan dosis 16 ml (1 ml/l) hingga 48 ml (3 ml/l) sesuai tingkat serangan.