
KARET
YANNO AGRO SCIENCE INDONESIA
Tanaman
Karet
Karet (khususnya karet alam) adalah polimer hidrokarbon yang terkandung di dalam lateks (getah susu) dari tanaman Hevea brasiliensis. Secara agronomis dan ekonomi, karet merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang menjadi bahan baku utama bagi lebih dari 50.000 jenis produk industri. Budidaya karet merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan ketelatenan, terutama dalam menjaga kesehatan batang agar produksi lateks tetap optimal hingga puluhan tahun.
1. Syarat Tumbuh & Penanaman
- Lingkungan: Tumbuh optimal pada ketinggian 0–200 mdpl dengan suhu 25–35°C. Curah hujan ideal 2.000–3.000 mm/tahun tanpa bulan kering yang panjang.
- Klon Unggul: Gunakan klon rekomendasi seperti PB 260 (produksi lateks tinggi) atau RRIC 100 (tahan angin dan gangguan batang).
- Jarak Tanam: Jarak 6 x 3 meter atau 7 x 3 meter agar sirkulasi udara di area tajuk tetap baik.
2. Penyakit Bidang Sadap & Daun
A. Kanker Garis (Phytophthora palmivora): Muncul karena luka sadap tak terawat. Garis hitam vertikal di atas irisan sadap, kulit membusuk, dan lateks berhenti.
Bahan Aktif: Metalaksil, Mankozeb, atau Tembaga Oksiklorida (Dioleskan pada bidang sadap).
B. Gugur Daun (Colletotrichum & Fusicicladium): Menyerang daun muda, bercak cokelat hingga gugur massal. Pohon gundul membuat produksi anjlok hingga 45%.
Bahan Aktif: Klorotalonil, Propineb, atau Carbendazim.
3. Jamur Akar Putih (JAP)
Penyebab: Rigidoporus microporus. Merupakan penyakit paling mematikan pada karet.
Gejala: Daun menguning dan kusam, tanaman goyang, dan pada akar terdapat benang putih (rizomorf) yang menyelimuti akar.
Pengendalian: Menggunakan Bahan Aktif: Heksakonazol atau Triadimefon. (Aplikasi dengan cara disiram atau dioles pada leher akar).
4. Manajemen Penyadapan
- Buka Sadap: Dilakukan setelah tanaman berumur 5–6 tahun dengan lilit batang minimal 45 cm.
- Kedalaman Sadap: Sekitar 1–1,5 mm dari kambium. Jangan melukai kambium agar kulit pulih kembali dengan halus.
- Waktu: Pagi buta (jam 04.00 – 06.00) saat tekanan turgor sel berada pada titik tertinggi untuk aliran lateks maksimal.
5. Strategi Pengendalian Agronomis
- Sanitasi Lahan: Pastikan tidak ada tunggul kayu bekas tebangan karena merupakan sumber utama Jamur Akar Putih dan sarang rayap.
- Pemupukan Berimbang: Gunakan NPK (15-15-15) dengan dosis meningkat tiap tahun untuk memperkuat imunitas batang.
- Perlakuan Luka: Oleskan fungisida Metalaksil atau pasta pelindung pada bidang sadap baru saat musim hujan.
6. Penggunaan Stimulan (Etepon - Starphon)
Bahan aktif yang paling umum digunakan adalah Etepon (2-chloroethylphosphonic acid) untuk meningkatkan aliran lateks.
- Cara Kerja: Melepaskan gas etilen, mencegah penyumbatan dini pada pembuluh lateks.
- Aplikasi: Dioleskan pada bidang sadap konsentrasi rendah (2,5% - 5%).
- Peringatan: Penggunaan berlebihan tanpa pupuk kuat dapat menyebabkan Mati Kulit (Kekeringan Alur Sadap).
Hama Utama Tanaman Karet
Hama pada karet cenderung menyerang pada fase pembibitan atau saat tanaman masih muda (TBM).
| Hama | Bagian yang Diserang | Pestisida Pengendali & Produk |
|---|---|---|
| Rayap (Coptotermes curvignathus) | Akar dan batang bagian bawah hingga mati. | ![]() REBENT |
| Kutu Putih (Ferrisia virgata) | Daun muda dan pucuk, menyebabkan kerdil. | ![]() ABAKTIN |
| Uret Tanah | Akar bibit di polibag atau lapangan. |
![]() KARBORON, Supercide |


